Wednesday, December 21, 2011

Carmin Gallo mengupas kehebatan presentasi Steve Jobs yang sangat populer di dunia dalam bukunya: "Rahasia Presentasi Steve Jobs, Bagaimana Tampil Luar Biasa Hebat di Depan Setiap Audiens".
Gallo menggambarkan presentasi keynote yang dibawakan Steve Jobs bagaikan aliran dopamine yang membanjiri benak para pendengarnya. Kelihaian Jobs dalam berpresentasi terlihat dari bagaimana orang sampai rela antre sejak malam dalam udara dingin yang beku untuk mendapatkan tempat duduk terbaik di salah satu presentasinya. Juga sejumlah penggemarnya yang mengancam akan memprotes ketidkahadiran Jobs dalam sebuah konferensi yang biasa dihadiri Jobs untuk memberikan keynote selama bertahun-tahun. Seluruh dunia telah mengetahui kehebatan Steve Jobs dalam menyampaikan presentasinya.
Jobs mentransformasikan slide show yang biasa, membosankan, teknis, dan monoton menjadi event teatrikal yang lengkap dengan pahlawan, penjahat, para pemain pendukung, dan latar yang menakjubkan. Hal yang penting dalam presentasi menurut penulis adalah tentang apa yang Anda katakan, bagaimana cara Anda mengatakannya, dan apa yang dilihat audiens ketika Anda mengatakannya.


Tiga Poin Penting
Galo mengidentifikasikan 3 poin penting agar dapat melakukan presentasi seperti Steve Jobs. Pertama-tama adalah menciptakan cerita, kemudian menciptakan pengalaman, dan terakhir terus mengasah kemampuan.
Menciptakan cerita adalah proses yang paling krusial dalam setiap presentasi, baik itu presentasi produk, bisnis, ataupun hanya presentasi laoran perusahaan. Dalam proses perencanaan presentasi ini, perlu diingat bahwa target dari presentasi ini adalah para pendengar. Bagaimana membuat para pendengar tertarik, bagaimana membuat pendengar tidak hanya tertarik, tapi juga peduli. Untuk membuat pendengar tertarik dan peduli, presentasi ini harus memiliki 2 elemen penting, yakni mampu menjawab satu pertanyaan penting yang akan menjadi fokus dari presentsi dan sebuah misi tujuan.

Dalam setiap presentasinya, Jobs menerapkan 3 aturan yang secara konsisten ia pegang. Tiga aturan ini akan menghindarkan para pendengan dari kebosanan yang dapat mengakibatkan pesan dari presentasi tidak tersampaikan. Ini penting, karena tujuan dari presentasi tentunya adalah menyampaikan pesan ataupun ide kepada orang lain serta membuat orang lain mendengarkan. Perlu diingatkan bahwa orang cenderung cepat bosan dengan presentasi yang memiliki banyak poin ataupun banyak kalimat dan angka-angka di dalamnya. Dalam presentasinya, Jobs jarang sekali menggunakan lebih dari 3 poin kunci.
Ciri khas dari presentasi Steve Jobs adalah slide presentasinya tidak pernah membuat banyak kata dan angka. Namun, setiap kata dan angka memiliki makna yang dalam. Jobs langsung menceritakan pengalaman yang meyakinkan para audiens kalau uang mereka yang digunakan untuk produk Apple tidak akan sia-sia. Seperti ketika Jobs mempromosikan iPod tidak dengan langsung membeberkan kelebihan-kelebihan iPod dibandingkan pemutar mp3 lainnya. Ia memulainya dengan menceritakan bagaimana musik sudah menjadi bagian dari hidup manusia, kemudian memerkenalkan permasalahan pada pemutar musik yang ada.
Dalam hal ini, Jobs mengidentifikasikan sosok penjahat dalam "cerita"-nya. Kemudian ia memperkenalkan sosok pahlawan yang mampu menjawab permasalahan, yakni iPod, disertai dengan kata-kata pamungkas yang mewakili produk yang sedang dipromosikannya. Kata-kata pamungkas itu seperti "iPod 1000 songs in your pocket", atau pada saat mempromosikan Macbook Air ia menggunakan tagline "
world thinnest notebook
". Kata-kata yang sangat sederhana tapi mampu menaikkan antusiasme audiens.

Poin yang terakhir adalah teruslah berlatih. Steve Jobs tidak mempunyai bakat alam. Ia terus memperbaiki presentasinya selama bertahun-tahun. Walaupun Jobs selalu memiliki bakat teatrikal, tetapi proses yang telah ia jalani itulah yang membuatnya seperti sekarang ini. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam buku ini, pembaca juga akan mampu melakukan presentasi layaknya Steve Jobs.






Sumber: Warta Ekonomi

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright (c) 2010 The Art of Ice. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.